Review Film Bullet Train, Pertemuan yang Ditakdirkan – Info Aktual

NewsPlizer.NewsPlizer.com – Apa yang membuat Resident Evil begitu disayangi sehingga melahirkan begitu banyak adaptasi? Versi sport nya memang menjadi salah satu franchise sport yang sangat digandrungi oleh para gamer

Hampir semua pecinta movie pasti familier dengan movie Resident Evil dan sekuel-sekuel nya yang melambungkan nama Milla Jovovich sebagai jagoannya. Hingga menjadi Salah satu movie adaptasi sport tersukses sejauh Ini.

Tahun lalu, bahkan sempat ada upaya untuk membuat reboot dengan judul Resident Evil: Welcome to Racoon Metropolis yang mendapatkan respons yang adem ayem.

Lantas bagaimana dengan Resident Evil terbaru yang sekarang mendapatkan giliran untuk menjadi format serial??

Dimulai dari episode pertama ini kita bisa melihat upaya Resident Evil versi serial untuk membedakan dirinya dengan versi yang sudah familier di benak orang.

Dengan terbagi dalam dua timeline yang berbeda, masa lalu dan masa depan, kita mendengar Jane dewasa (Ella Balinska, mungkin Anda pernah melihatnya dalam reboot Charlie’s Angels beberapa tahun lalu) yang mengatakan bahwa dunia sudah hancur beberapa tahun lalu.

Dia melanjutkan bahwa manusia yang sekarang tersisa di tahun 2039 adalah para pejuang hidup yang bertahan dari… zeroes (sebutan “zombie” versi mereka) dan berbagai makhluk lain yang telah bermutasi akibat wabah T-virus.

Sementara di latar tahun 2039 dikemas dengan style motion sci-fi, cerita tentang masa lalu di tahun 2022 adalah tentang Jade remaja (Tamara Sensible) dan Billie (Siena Agudong) yang baru saja pindah ke perumahan Umbrella untuk mengikuti ayah mereka, Al (Lance Reddick).

Versi masa lalu jelas sangat berbeda dengan versi masa depan. Masih belum ada zombie, masih belum ada hewan bermutasi. Drama Billie dan Jade lebih ke soal beradaptasi dengan lingkungan sekitar, cara menghadapi bully, bagaimana menghadapi cinta pertama, sampai akhirnya mereka mengetahui pekerjaan ayah mereka yang membawa mereka ke dalam laboratorium. Tentu saja tidak ada yang bagus mengenai ini semua.

Pembuat serial Resident Evil sama sekali tidak menggunakan system “much less is extra”. Resident Evil versi serial ini sangat heboh dan besar. Dari segi motion, drama sampai konflik. Tidak ada subtlety. Kadang kala ini berhasil, tapi banyak juga yang rasanya jadi berlebihan. Bagian versi masa depannya dipenuhi dengan ledakan dan bagaimana cara mempertahankan hidup.

Dengan adanya para survivor lain dan juga makhluk-makluk baru, bagian versi masa depan ini terasa begitu menegangkan. Bagian masa lalunya meskipun minim ketegangan, dipenuhi dengan banyak klise yang ditemukan di cerita remaja. Old flame, cemburu, semuanya mewarnai bagian masa lalu Resident Evil.

Keputusan ini membuat Resident Evil agak timpang karena ketegangan di cerita tahun 2036 langsung kendor begitu kita mundur lagi untuk melihat kisah remaja di tahun 2022. Meskipun ada misteri besar “bagaimana ini bisa terjadi?” dan juga “bagaimana Jade dan Billie terpisah?” mewarnai dua plot ini, tapi rasanya seperti menonton dua cerita yang sangat berbeda.

Bisa jadi karena Resident Evil yang ini adalah serial sehingga mereka butuh waktu untuk mewarnai ceritanya dengan konflik dan character improvement sehingga hal yang membuat serial ini begitu populer, alias zombie dan makhluk-makhluk lainnya, kurang mendapatkan jatah yang lebih banyak.

Sangat berbeda dengan versi filmnya yang sebentar-sebentar sudah narsis di depan kamera. To be trustworthy, Resident Evil terasa seperti serial zombie lain sampai akhirnya dia menawarkan sesuatu yang gila di dua episode terakhir. Episode satu sampai episode enam, Resident Evil masih bermain seperti kebanyakan tontonan zombie sampai akhirnya saya tiba di episode tujuh dan delapan.

Dua episode ini, saking berhasilnya, mengubah perspektif saya terhadap episode-episode sebelumnya. Tanpa memberikan banyak petunjuk, episode tujuh dan delapan membuat satu sosok yang tadinya terlihat sangat pasif menjadi punya peranan besar terhadap teror yang terjadi.

Secara keseluruhan, gue gak begitu yakin bahwa adaptasi Resident Evil yang baru ini akan memuaskan penggemar sport-nya.

Pecinta franchise movie lamanya juga sepertinya akan bingung dengan versi ini. Tapi kalau mau mencoba, Resident Evil versi serial Ini cukup menyajikan lumayan banyak ketegangan (setiap adegan memberikan banyak cliffhanger, apalagi akhir episodenya).

Serial ini memang butuh waktu, tapi begitu sampai di akhir, kita mungkin akan menginginkan extra actions, extra zombies, dan extra intric.

Related Posts

Rob Valetini Wife: Is Rob Valetini Married?

Rob Valetini, an Australian rugby union participant who competes for the Brumbies in Tremendous Rugby and has earned Australia’s cap, performs for the Brumbies. He often sits…

Jeanette Gallegos: Who was J $tash girlfriend?

Jeanette Gallegos was well known because the girlfriend of late American rapper, J $tash whom he shot on New 12 months’s Day, 2022, and later turned the…

Kontra K – Kampfgeist V Lyrics » NewsPlizer

Kampfgeist V Lyrics by Kontra K Das Herz rennt in meiner BrustAtme drei Liter LuftIch will nicht, ich mussMach mein altes Ich kaputtGib mir Limits, die ich…

Lewdle August 28 2022 Answer Today (8/28/22) » NewsPlizer

Lewdle is a naughty deal with the favored phrase sport Wordle. The premise is just like most video video games of this nature, nevertheless you wish to…

Missy Elliott Keeps It Classy In Response To Nicki Minaj Barbz Attacks

Nicki Minaj Barbz have been dragging Missy Elliott after the rapper requested a query they interpreted as her shady the Queen Radio rapper. Missy Elliott had shared…

Malika Haqq Says Khloe Kardashian Has A “Good Head On Her Shoulders” Amid Tristan Thompson Drama

Khloe Kardashian and Tristan Thompson’s love story has rocked the innanet over time and Thompson’s most up-to-date scandal concerned two kids! KoKo’s bff Malika Haqq just lately…

Leave a Reply